Tanggal 1 Oktober 2009 kemarin, Ubuntu mengeluarkan versi 9.10 Beta. Rilis ini bukanlah rilis stabil, tapi masih merupakan versi pengembangan menuju versi stabil 9.10 yang rencananya akan dirilis akhir Oktober 2009 ini.
Saya tertarik untuk mencoba versi beta ini dan ingin membaginya dengan Anda. Untuk instalasi saya mencobanya di VMware dengan alokasi memori 512MB dan satu lagi saya coba di laptop saya Asus W5F (Intel Centrino Duo, Memori 1GB).
Untuk instalasi saya menggunakan installer utk desktop i386 (ubuntu-9.10-beta-desktop-i386.iso), yang saya Ambil dari mirror ubuntu di pesat.net.id. Jika Anda ingin mencoba juga, pastikan Anda mengambil installer yang sesuai dengan arsitektur prosesor yang Anda gunakan.
Proses Instalasi
Saya sudah lama tidak menginstal Ubuntu menggunakan modus gui. Saya biasanya menggunakan installer versi alternate yang berbasiskan text/ncurses. Jadi untuk proses instalasi kali ini saya sedikit kagum dengan tampilan menu instalasi.
Instalasi Ubuntu tidak lebih dari 6 tahapan yang harus Anda lalui. Sangat-sangat mudah. Tangkapan layar bisa Anda lihat di bawah.
Dan yang di bawah ini adalah tampilan proses instalasi ketika paket-paket di Ubuntu mulai diinstal ke harddisk.
Tampilan Desktop
Mark Shuttleworth pernah menjanjikan akan ada perbaikan dalam soal tampilan desktop Ubuntu (yang selama ini sering mendapatkan kritikan), tapi sepertinya saya tidak melihat adanya perubahan yang radikal.
Warna coklat dan oranye masih tetap dominan. Perubahan set ikon juga masih mengacu pada ikon set yang sebelumnya, hanya saja dibeberapa bagian ada perubahan. Misal dibagian applet network manager, pengatur suara dibuat jadi lebih elegan. Silakan baca tulisan yang membahasnya secara lebih detail seputar themes baru di Ubuntu Karmic ini.
Performa Sistem Secara Keseluruhan
Seperti Ubuntu rilis sebelum-sebelumnya, Ubuntu bisa mendeteksi hampir semua perangkat yang ada di laptop asus saya. Wireless, soundcard, cf reader semua tidak ada masalah. Perangkat lainnya seperti webcam belum saya coba, tapi berdasarkan pengalaman sebelumnya webcam terdeteksi, hanya saja memang webcam yang saya punya ini resolusinya kurang begitu baik, jadi saya kurang tertarik untuk mencobanya.
PulseAudio
PulseAudio juga sepertinya sudah lebih terintegrasi dengan baik. Saya belum mencoba lebih lanjut, tapi setidaknya pengaturan volume suara sudah bisa tersimpan ketika sistem di restart.
Sayangnya saya belum sempat mencoba aplikasi seperti skype, mp3 player dan lainnya. Karena di versi sebelumnya, integrasi ke aplikasi inilah yang kadang ada sedikit terkendala.
Intel Video Driver
Ini dia yang menjadi masalah utama di Jaunty, atau rilis stabil saat tulisan ini dibuat. Sepertinya di Karmic Beta ini, masalah video driver untuk intel masih belum terpecahkan dengan baik. Saat saya mencobanya di rilis alpha 4, saya merasakan performa vga intel saya sudah agak mendingan, tapi di rilis beta ini malah menjadi tambah parah. Tidak tahu kenapa.
Wireless dan Koneksi Mobile/3G
Wireless adapter di laptop saya terdeteksi dengan baik, dan saya juga tidak ada kendala saat terkoneksi ke jaringan wireless di kantor. Semua berjalan dengan baik.
Hanya saja saat mencoba menggunakan modem 3G punya SMART (merk Axesstel MV440), saya mendapatkan masalah. Network Manager tidak bisa menyimpan konfigurasi login dan password. Jadinya saya tidak bisa terkoneksi ke internet, walaupun modem sebetulnya sudah terdeteksi dengan baik.
Mudah-mudahan masalah ini bisa solve saat rilis versi stabil nanti, karena di versi alpha4, masalah ini tidak saya temukan. Koneksi via modem 3G tadi berjalan dengan baik menggunakan network manager.
Aplikasi yang Terinstal Default
Tidak ada banyak perubahan seputar pemilihan aplikasi ini. Tapi mungkin ada satu yang bakal menjadi perhatian. Yaitu terkait pergantian Pidgin ke Empathy. Di versi beta ini saya sudah merasakan kalau Empathy bisa terkoneksi dengan baik ke Jabber internal di kantor maupun ke YM. Untuk protokol lainnya, saya belum mencobanya.
Aplikasi selebihnya rata-rata merupakan versi upgrade dari rilis sebelumnya. Seperti misalnya untuk dekstop, untuk Ubuntu Karmic ini akan menggunakan Gnome 2.28 yang baru dirilis beberapa waktu yang lalu.
Waktu Boot, Seberapa Cepat?
Yang saya coba, begitu saya pilih kernel di grub sampai muncul login screen (gdm), kurang lebih membutuhkan waktu 30 detik. Saya mencatatnya menggunakan stop watch di hape. Kalau menggunakan bootchart, tercatat lama waktu booting adalah 1.1 menit. Tapi ketika saya cermati, waktu 1.1 menit itu sudah termasuk saat masuk login dan mengaktifkan semua device (termasuk akses wireless).
Sepertinya soal kecepatan waktu booting ini, faktor hardware juga berpengaruh. Phoronix mengklaim bisa booting dalam 14 detik (menggunakan SSD). Yang saya alami sendiri masih jauh dari itu, tapi sudah cukup cepat bila dibandingkan dengan waktu booting di Windows XP saya.
Kesimpulan
Ubuntu Karmic ini sepertinya cukup menjanjikan. Tapi di versi beta ini, yang notabene memang bukan versi rilis stabil, masih ada banyak masalah. Dan ini memang fungsi rilis beta, agar bugs bisa segera diketahui dan bisa diperbaiki sebelum rilis stabil keluar.
Apakah Anda ingin mencobanya juga? Silakan siapkan waktu dan semangat ngoprek Anda

Hmmm,,boleh juga tuh…
@aditya: karmic koala atau ubuntu 9.10 sudah resmi di rilis loh. jadi gak usah ragu-ragu lagi untuk mencobanya